Baca Juga:

TPS Mulai Didirikan
Pembersihan Atribut Partai Terus Dilakukan
Jokowi Kampanye Keliling Pasar Tradisional

Tags:
museum fatahillah jakarta

Berita HOT:

Drama Asia (Korea)
Dream High

indosiar.com, Jakarta – Didepan Museum Fatahillah Jakarta ternyata ada bunker atau ruang bawah tanah yang dibangun Belanda pada tahun 1940. Kini kita bisa melihat seperti apa bunker yang saat dibangun untuk persembunyian Belanda dari serangan Jepang.

Inilah bunker atau ruang bawah tanah yang ada didepan Gedung Museum Fatahillah, Jakarta. Sejak Senin (18/05/09) kemarin, Pemda DKI Jakarta membuka bunker ini untuk umum. Puluhan masyarakat Jakarta dan sekitarnyapun berbondong-bondong melihat masuk kedalam sebuah lorong panjang yang gelap gulita, ingin melihat bunker ini secara langsung.

Walau tak ada seberkas cahaya yang menyinari lorong yang merupakan ruang bawah tanah peninggalan sejarah tersebut, masyarakat tetap berdesak-desakan untuk masuk. Aura mencekam pun terasa ketika masuk ke ruang bawah tanah atau bunker itu yang sudah 18 tahun sejak tahun 1991 tidak dibuka untuk umum.

Bangunan bunker ini dibangun pemerintah Hindia, Belanda pada tahun 1940 dengan panjang lorong 31 meter lebarnya 3 meter dan tinggi 1,7 meter. Awalnya bunker ini merupakan persembunyian dari serangan musuh dari udara ketika terjadinya perang.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Ari Budiman, bunker itu sengaja dibuka untuk masyarakat umum dalam rangka memperingati hari Museum Nasional yang jatuh pada tanggal 18 Mei dan akan dibuka mulai Senin kemarin tanpa dipungut biaya.

Para pengunjung yang datang pun banyak yang terkesimak dengan adanya bunker didepan museum tua Fatahillah. Padahal mereka sering mendatangi tempat itu. Mereka pun berniat akan mengajak teman dan sanak familinya untuk mengunjungi bunker yang berada tepat didepan museum tua Fatahillah, Jakarta.

Selain membuka secara resmi bunker untuk umum, pihak pengelola museum pun mengadakan lomba para pekerja ojek sepeda ontel didepan museum demi memeriahkan hari Museum Nasional. Semoga Pemerintah DKI Jakarta akan lebih memperdayakan peninggalan sejarah lainnya, khusus bunker-bunker yang banyak dibangun pemerintah Hindia, Belanda. (Jayadi/Sup)