Tim nasional sepak bola Indonesia pernah memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Ironisnya, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan memiliki masyarakat dengan minat yang sangat tinggi terhadap olahraga sepak bola, menjadikan sepak bola olahraga terpopuler di Indonesia (selain bulu tangkis), namun Indonesia tidaklah termasuk jajaran tim-tim kuat di Konfederasi Sepak bola Asia.
Daftar isi
[sembunyikan]

1 Sejarah
1.1 Piala Dunia FIFA
1.1.1 Pertandingan melawan Hongaria
1.2 Piala Asia
1.3 Piala AFF
2 Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014
3 Kostum
4 Rekor Turnamen
4.1 Rekor Penampilan di Piala Dunia FIFA
4.2 Rekor Penampilan di Piala Asia AFC
4.3 Rekor Penampilan di Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
4.4 Hasil Pertandingan
5 Staff Kepelatihan
5.1 Staff Kepelatihan Saat ini
5.2 Daftar Pelatih Tim Nasional Indonesia
6 Pemain Tim Nasional Indonesia
6.1 Skuat
6.2 Daftar Pemain Dalam Proses Naturalisasi
6.3 Pemain Terkenal
6.4 Penampilan Terbanyak
6.5 Topscorer
6.6 Kapten
6.7 Turnamen recor
7 Referensi
8 Pranala luar

[sunting] Sejarah

Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936 milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) milik seseorang yang berketurunan Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) sebuah organisasi sepak bola orang-orang Belanda di Hindia Belandamenaruh hormat kepada Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) lantaran Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB)yang memakai bintang-bintang dari NIVBkalah dengan skor 2-1 lawan Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ)salah satu klub anggota PSSIdalam sebuah ajang kompetisi PSSI ke III pada 1933 di Surabaya.

NIVU yang semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepak bola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.

Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.

Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938 mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan Achmad Nawir (kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua NIVU, Johannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland. [1]
[sunting] Piala Dunia FIFA

Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.
Pemain Hindia Belanda di Piala Dunia 1938, saat melawan Hungaria
[sunting] Pertandingan melawan Hongaria

Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di Stadion Velodrome Municipale, Reims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, “saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci.”

Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem knock-out.

Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, Sin Po, memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938 dengan menampilkan headline: “Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah”.[2]

Setelah penampilan perdana itu, Indonesia tidak pernah lagi masuk babak pertama Piala Dunia FIFA, dengan hasil paling memuaskan adalah Sub Grup III Kualifikasi Piala Dunia FIFA 1986. Ketika itu Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia 1986 tetapi Indonesia kalah di partai final kualifikasi melawan Korea Selatan dengan agregat 1-6.
[sunting] Piala Asia

Di kancah Piala Asia Indonesia pertama kali tampil di putaran final pada tahun 1996 di Uni Emirat Arab (UAE). Indonesia berhasil membuat kejutan di pertandingan pertama dengan berhasil menahan imbang Kuwait 2-2, tetapi akhirnya tersingkir di penyisihan grup setelah kalah 2-4 dari Korea Selatan dan kalah 0-2 dari tuan rumah UAE. Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
[sunting] Piala AFF

Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger) dan hanya menjadi salah satu tim unggulan. Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2004, dan 2010 (dan menjadikan Indonesia negara terbanyak peraih runner-up dari seluruh negara peserta Piala AFF). Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.
[sunting] Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014 (AFC)

Dan saat ini, Indonesia berhasil menembus Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia setelah mengalahkan Turkmenistan dengan agregat 5-4. Babak Ketiga ini Indonesia berada di Grup E bersama dengan Iran, Bahrain, dan Qatar. Pada pertandingan pertama, Indonesia harus mengakui keunggulan Iran dengan kekalahan 3-0 di Teheran,Iran. Hal ini membuat Indonesia berada pada posisi juru kunci. Pada pertandingan kedua, Indonesia akan menjamu Bahrain di Jakarta 6 September nanti.
[sunting] Kostum

Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.

Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. Zaelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan “Skandal Senayan”, sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.

Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, tim nasional hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games XI-1981 Manila. “Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Kings Cup 1981,” kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.

Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.

Dan pada kostum Timnas Indonesia terakhir yang dibuat Nike pada 2010 untuk Piala Suzuki AFF 2010, motif baru kembali diperkenalkan. Pada kostum ini, terdapat Burung Garuda besar yang membentang hampir di seluruh bagian depan kostum yang tidak berwarna tetapi memiliki garis-garis yang memiliki warna hitam cenderung abu-abu. Sementara pada kostum kedua yang berwarna Putih-Hijau, terdapat motif yang sama, tetapi garis-garis pada burung Garuda berwarna abu-abu muda.
[sunting] Rekor Turnamen
[sunting] Rekor Penampilan di Piala Dunia FIFA
Rekor Penampilan di Piala Dunia FIFA
Tuan Rumah / Tahun Hasil Posisi M S K GM GK
Bendera Uruguay 1930 Tidak Ikut – – – – – –
Bendera Italia 1934 Tidak Ikut – – – – – –
Bendera Perancis 1938 Babak 1 (sebagai Hindia Belanda) 14 0 0 1 0 6
Bendera Brasil 1950 Mengundurkan diri – – – – – –
Bendera Swiss 1954 Tidak Ikut – – – – – –
Bendera Swedia 1958 Mengundurkan diri selama kualifikasi – – – – – –
Bendera Chili 1962 Mengundurkan diri – – – – – –
Bendera Inggris 1966 Tidak Ikut – – – – – –
Bendera Meksiko 1970 Tidak Ikut – – – – – –
Bendera Jerman Barat 1974 Tidak lolos kualifikasi Asia – – – – – –
Bendera Argentina 1978 Tidak lolos kualifikasi Asia – – – – – –
Bendera Spanyol 1982 Tidak lolos kualifikasi Asia – – – – – –
Bendera Meksiko 1986 Tidak lolos kualifikasi Asia – – – – – –
Bendera Italia 1990 Tidak lolos kualifikasi Asia – – – – – –
Bendera Amerika Serikat 1994 Tidak lolos kualifikasi Asia – – – – – –
Bendera Perancis 1998 Tidak lolos kualifikasi Asia – – – – – –
Bendera Korea Selatan Bendera Jepang 2002 Tidak lolos kualifikasi Asia – – – – – –
Bendera Jerman 2006 Tidak lolos kualifikasi Asia – – – – – –
Bendera Afrika Selatan 2010 Tidak lolos kualifikasi Asia – – – – – –
Bendera Brasil 2014 Belum Diselenggarakan
Bendera Rusia 2018 Belum Diselenggarakan
Bendera Qatar 2022 Belum Diselenggarakan
Total 1/19 Round 1 0 0 1 0 6
Sejarah final Piala Dunia FIFA 1938
Tahun Babak Nilai Hasil
1938 Babak 1 Hindia-Belanda 0 – 6 Hongaria Kalah
[sunting] Rekor Penampilan di Piala Asia AFC
Tahun Hasil Poin M S K GM GK
Bendera Hong Kong 1956 Tidak ikut – – – – – –
Bendera Korea Selatan 1960 Tidak ikut – – – – – –
Bendera Israel 1964 Tidak ikut – – – – – –
Bendera Iran 1968 Tidak lolos kualifikasi – – – – – –
Bendera Kuwait 1972 Tidak lolos kualifikasi – – – – – –
Bendera Singapura 1976 Tidak lolos kualifikasi – – – – – –
Bendera Qatar 1980 Tidak lolos kualifikasi – – – – – –
Bendera Uni Emirat Arab 1984 Tidak lolos kualifikasi – – – – – –
Bendera Lebanon 1988 Tidak lolos kualifikasi – – – – – –
Bendera Jepang 1992 Tidak lolos kualifikasi – – – – – –
Bendera Uni Emirat Arab 1996 Babak 1 3 0 1 2 4 8
Bendera Lebanon 2000 Babak 1 3 0 1 2 0 7
Bendera Republik Rakyat Cina 2004 Babak 1 3 1 0 2 3 9
Bendera IndonesiaBendera MalaysiaBendera ThailandBendera Vietnam 2007 Babak 1 3 1 0 2 3 4
Bendera Qatar 2011 Tidak lolos kualifikasi – – – – – –
Total
Terbaik: Babak 1
12 2 2 8 10 28
[sunting] Rekor Penampilan di Kejuaraan Sepak Bola ASEAN

Kompetisi ini dulu dikenal sebagai Tiger Cup
Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
Tahun Babak Main M S K GM GK
Bendera Singapura 1996

Juara keempat

6

3

1

2

18

9
Bendera Vietnam 1998

Juara ketiga

5

2

1

2

15

10
Bendera Thailand 2000

Runner-Up

5

3

0

2

13

10
Bendera Indonesia Bendera Singapura 2002

Runner-Up

6

3

3

0

22

7
Bendera Malaysia Bendera Vietnam 2004

Runner-Up

8

4

1

3

24

8
Bendera Singapura Bendera Thailand 2007

Babak grup

3

1

2

0

6

4
Bendera Indonesia Bendera Thailand 2008

Semi Final

5

2

0

3

8

5
Bendera Indonesia Bendera Vietnam 2010

Runner-Up

7

6

0

1

17

6
Total

Terbaik: Runner-Up

45

24

8

13

123

59
[sunting] Hasil Pertandingan

Di bawah ini adalah hasil seluruh pertandingan sepakbola yang dijalankan timnas Indonesia terhadap negara yang terdaftar di FIFA.[3][4]
[sembunyikan]Lawan
↓ Jumlah Pertandingan
↓ Menang
↓ Seri
↓ Kalah
↓ Gol Memasukkan
↓ Gol Kemasukkan
↓ Selisih Gol

Aljazair 1 0 0 1 0 1 -1
Australia 15 1 3 11 6 32 -26
Bahrain 5 2 2 1 7 7 0
Bangladesh 6 4 1 1 10 4 6
Bhutan 2 2 0 0 4 0 4
Bosnia dan Herzegovina 1 0 0 1 0 2 -2
Brasil 1 0 0 1 1 2 -1
Brunei 7 5 2 0 26 2 24
Bulgaria 1 0 0 1 0 4 -4
Kamboja 20 15 3 2 80 13 67
Kanada 1 0 0 1 0 4 -4
Republik Rakyat Cina 11 1 1 9 7 30 -23
Cina Taipei 11 7 0 4 24 13 11
Cekoslowakia 2 0 1 1 2 6 −4
Denmark 1 0 0 1 0 9 -9
Jerman Timur 2 0 1 1 3 5 -2
Mesir 3 0 1 2 5 9 -4
Estonia 1 0 0 1 0 3 -3
Fiji 2 0 2 0 3 3 0
Ghana 1 0 0 1 0 2 -2
Guinea 1 0 0 1 0 2 -2
Hong Kong 18 10 3 5 38 26 12
India 17 9 2 6 35 23 12
Iran 3 0 1 2 2 4 -2
Irak 7 1 2 4 6 14 -8
Israel 1 0 0 1 0 1 −1
Jamaika 1 1 0 0 2 1 1
Jepang 15 5 2 8 18 33 -15
Yordania 1 0 0 1 1 2 -1
Kenya 1 0 0 1 2 3 -1
Korea Utara 6 0 1 5 4 14 -10
Korea Selatan 43 4 4 35 28 97 -69
Kuwait 6 1 2 3 6 11 -5
Laos 8 8 0 0 40 5 35
Liberia 1 0 0 1 1 2 -1
Libya 1 0 0 1 0 4 -4
Liechtenstein 1 0 0 1 2 3 -1
Lituania 2 0 1 1 2 6 -4
Malaysia 70 28 16 26 106 99 7
Maladewa 3 3 0 0 10 0 10
Malta 2 0 0 2 0 4 -4
Moldova 1 0 0 1 1 2 -1
Maroko 1 0 0 1 0 2 -2
Myanmar 36 13 7 16 60 58 2
Selandia Baru 8 2 4 2 8 9 -1
Nigeria 1 0 0 1 1 2 -1
Oman 3 0 1 2 1 3 -2
Pakistan 4 3 1 0 9 2 7
Palestina 1 1 0 0 4 1 3
Papua Nugini 2 1 0 1 8 3 5
Paraguay 1 0 0 1 2 3 -1
Filipina 19 18 1 0 80 7 73
Qatar 6 1 1 4 5 15 -10
Arab Saudi 10 0 0 10 4 32 -28
Senegal 1 0 1 0 2 2 0
Vietnam Selatan 11 9 1 1 35 19 16
Singapura 52 24 11 17 95 64 31
Sri Lanka 3 2 1 0 11 2 9
Suriah 4 1 0 3 3 13 -10
Tanzania 1 1 0 0 3 1 2
Thailand 57 17 15 25 73 90 -17
Timor Leste 1 1 0 0 6 0 6
Turkmenistan 4 2 1 1 9 8 1
Uni Emirat Arab 4 1 1 2 8 8 0
Uruguay 3 1 0 2 5 11 -6
Uzbekistan 2 0 1 1 1 4 -3
Vietnam 15 7 4 4 20 15 5
Yaman 5 2 3 0 7 3 4
Yugoslavia 3 0 0 3 4 14 -10
Zimbabwe 1 0 1 0 0 0 0
Total 562 214 106 242 946 898 48
by samsul ok