BAHAYA PERGAULAN BEBAS: NIKMAT SESAAT, MENYESAL SELAMANYA

Cinta memang anugerah Sang Maha Pencipta yang harus disyukuri. Karena cinta, kita ada ke dunia ini. Cinta kedua orang tua telah menjadi perantara bagi keberadaan kita. Kita juga dibesarkan tidak lepas dari kasih sayang dan cinta dari kedua orang tua. Dan sekarang, setelah dewasa, kita pun akhirnya merasakan yang namanya “jatuh cinta”.

Sah-sah saja kita jatuh cinta pada lawan jenis. Namun perlu diingat, ada rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar sebelum sertifikat halal kita peroleh. Sertifikat ini bisa didapat melalui gerbang yang dinamakan pernikahan. Kenapa harus menikah? Yang jelas menikah itu bisa membedakan kita dengan binatang. Lihat saja hewan kalau mau berhubungan badan, mereka langsung saja melakukannya. Tetapi manusia sebagai makhluk yang dimuliakan Allah SWT, untuk melakukan hubungan intim dengan lawan jenis tidak boleh asal begitu saja tanpa ikatan di antara mereka. Ikatan itu terangkai dalam bingkai pernikahan yang sakral.

Sekarang, saya mengajak Anda mengamati gejala maraknya kebiasaan free sex yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita, bahkan parahnya sudah mewabah di kalangan pelajar dan mahasiswa. Tidak hanya di kota-kota besar, namun juga di daerah terpencil. Jika kaum intelektual generasi muda kita telah terkontaminasi dengan apa yang disebut “kebobrokan moral”, maka nasib masa depan bangsa bisa porak poranda. Jika kebiasaan mereka melanggar larangan Tuhannya, lalu apa yang bisa diharapkan dari generasi seperti ini? Bagi kita yang prihatin, apa yang dapat dan harus kita lakukan?

Ada segolongan anak muda yang menganggap bahwa seks bebas menunjukkan mereka adalah generasi modern. Sebenarnya hal ini bukanlah sesuatu yang modern, tapi lebih tepat jika disebut sebagai kebiasaan kaum jahiliyah. Kebiasaan ini pernah dilakukan oleh kaum-kaum terdahulu yang dalam sejarah akhirnya ditimpa azab yang pedih ketika mereka masih hidup di dunia akibat murka Allah SWT. Azab mereka tidak ditangguhkan sebagaimana umat manusia saat ini, umat Nabi akhir jaman.

Apa sebenarnya yang terjadi ketika sepasang muda-mudi terjerumus free sex atau seks bebas atau lebih tepat disebut zina? Konon ini adalah kebiasaan tak waras yang diadopsi dari budaya barat tanpa filter akal sehat. Bagaimana bisa kita meniru mentah-mentah kebiasaan tidak bermoral dari manusia-manusia yang tidak mengenal Tuhannya…?

Sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta tanpa kontrol iman yang kokoh akan mudah sekali terjebak dalam jaring-jaring yang dipasang setan. Mereka akan mencari kesempatan berdua-duaan. Akibat setrum tegangan tinggi yang tidak bisa dikendalikan, maka seperti ada magnet… mereka mula-mula berpegangan tangan, lalu naik ke lutut, terus ke ketiak, eh… kok lama-lama bengkak…, yang perempuan tentunya. Apa gerangan yang terjadi? Ternyata kontak fisik tidak bisa dihindari, dan akhirnya hancurlah kesucian yang seharusnya dijaga dan dipelihara sebelum ijab qobul di hadapan penghulu dilaksanakan.

Mungkin pada awalnya mereka merasa berdosa. Beruntung bila mereka langsung bertobat. Namun bagi yang ketagihan, semacam menghisap candu, mereka melakukannya kapan saja di saat hasrat itu datang. Malang bagi mereka yang pergaulannya jauh dari kontrol orang tua, seperti pelajar/mahasiswa yang hidup di kos-kosan. Karena bila kegilaan ini melanda mereka, hanya iman di dada yang bisa mencegahnya. Maka muncullah prahara sex in the kost yang mewabah di kampus-kampus tempat generasi penerus pemimpin bangsa menuntut ilmu.

Pergaulan bebas seperti ini bisa menghancurkan sendi-sendi moral bangsa karena kebiasaan yang buruk biasanya menular dengan cepat kalau tidak segera ditanggulangi. Jika perilaku seksual manusia sudah tidak bisa dibedakan dengan hewan, apakah pantas jika manusia disebut sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi ini?

Ada seorang teman mahasiswi yang curhat tentang pengalamannya terjerumus pergaulan bebas, seks sebelum nikah. Dari ceritanya, saya tahu ia memiliki rasa penyesalan yang amat dalam. Apalagi setelah laki-laki yang menjadi pasangannya pergi begitu saja. Bukan saja kesuciannya yang hancur, namun juga hati dan masa depan cintanya. Sekali lagi, ini terjadi karena lepasnya iman di dada karena pacaran yang tidak sehat. Ketika niat berbuat mesum ada dan keadaan memungkinkan, bukankah setan tinggal kipas-kipas merayakan kemenangannya.

Bahaya bagi si wanita, jika ia tidak kuat iman setelah berbuat maksiat tersebut, tentunya hal itu akan berulang entah sampai kapan. Jika ia ditinggal pergi, bisa saja ia menjadi gadis penjaja cinta. Na’udzublillah… Beruntung jika ia kembali ke jalan yang benar. Namun, perasaan berdosa dan merasa diri hina biasanya selalu menghantui di setiap langkahnya. Tangis penyesalan tentunya mendera ketika sadar bahwa apa yang dulu ia perbuat merupakan sebuah kesalahan besar.

Antara cinta dan nafsu; jika nafsu yang dominan dan dengan dalih cinta memuaskan hasratnya, bukankah itu mengerikan? Apa lagi jika dalam pergaulan dengan lawan jenis saling mengumbar nafsu hanya untuk having fun, ini benar-benar berbahaya. Kesenangan sesaat, namun akibatnya tidak hanya penderitaan lahir, tapi juga batin. Tidak hanya bahaya di dunia, tapi juga di akhirat. Selain itu, pergaulan bebas juga bisa menularkan penyakit mematikan seperti AIDS dan juga penyakit kelamin lainnya.

Dampak dari Pergaulan Bebas

Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.

Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.

Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.

semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.

“Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi”.

Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari.

Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan, dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat, terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama, budaya dan adat bangsa. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat.

Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.

Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).

Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua;

Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan.

Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.

Risiko Aborsi
Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “.

Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis.

Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah ;
– Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
– Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
– Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
– Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
– Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
– Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita),
– Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
– Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
– Kanker hati (Liver Cancer).
– Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
– Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).
– Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
– Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review.

Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar. Dan memberikan kepada remaja tersebut penekanan yang cukup berarti dengan cara meyampaikan; jika mau berhubungan seksual, mereka harus siap menanggung segala risikonya yakni hamil dan penyakit kelamin.

Namun disadari, masyarakat (orangtua) masih memandang tabu untuk memberikan pendidikan, pengarahan sex kepada anak. Padahal hal ini akan berakibat remaja mencari informasi dari luar yang belum tentu kebenaran akan hal sex tersebut.

Nilai Pancasila
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian terhadap perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun. Penelitian dilakukan terhadap 450 remaja dari Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah dan telah melanggar nilai-nilai dan norma agama. Tetapi, kesadaran itu ternyata tidak mempengaruhi perbuatan dan prilaku seksual mereka. Alasan para remaja melakukan hubungan seksual tersebut adalah karena semua itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan.

Hasil penelitian juga memaparkan para remaja tersebut tidak memiliki pengetahuan khusus serta komprehensif mengenai seks. Informasi tentang seks (65%) mereka dapatkan melalui teman, Film Porno (35%), sekolah (19%), dan orangtua (5%). Dari persentase ini dapat dilihat bahwa informasi dari teman lebih dominan dibandingkan orangtua dan guru, padahal teman sendiri tidak begitu mengerti dengan permasalahan seks ini, karena dia juga mentransformasi dari teman yang lainnya.

Kurang perhatian orangtua, kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan dan pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab terjadilah aborsi. Seorang wanita lebih cendrung berbuat nekat (pendek akal) jika menghadapi hal seperti ini.

Pada zaman modren sekarang ini, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. Seperti model pakaian (fasion), model pergaulan dan film-film yang begitu intensif remaja mengadopsi kedalam gaya pergaulan hidup mereka termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran.

Bebera faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu;
Pertama, Faktor agama dan iman.
Kedua, Faktor Lingkungan seperti orangtua, teman, tetangga dan media.
Ketiga, Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan.
Keempat, Perubahan Zaman.

Nilai Agama
Firman Allah: ” Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut melarat. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar.” ( QS 17:31 ). Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya belum memadai, kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya.

Padahal ayat tersebut telah jelas menerangkan bahwa rezeki adalah urusan Allah sedangkan manusia diperintahkan untuk berusaha. Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang. Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang.

Islam memberikan ganjaran dosa yang sangat besar terhadap pelaku aborsi. Firman Allah: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya.” (QS 5:32 )

Oleh sebab itu aborsi adalah membunuh, membunuh berarti melakukan tindakan kriminal dan melawan terhadap perintah Allah. Al-Quran menyatakan: “Adapun hukuman terhadap orang-orang yang berbuat keonaran terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi ialah: dihukum mati, atau disalib, atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang, atau diasingkan dari masyarakatnya. Hukuman yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang pedih.” (QS 5:36)

Nilai Yuridis/Hukum
Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana Indonesia Bab XIV tentang kejahatan terhadap kesusilaan pasal 229 ayat (1) dikatakan bahwa perbuatan aborsi yang disengaja atas perbuatan sendiri atau meminta bantuan pada orang lain dianggap sebagai tindakan pidana yang diancam dengan hukuman paling lama 4 tahun penjara atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.

Ayat (2) pasal 299 tersebut melanjutkan bahwa apabila yang bersalah dalam aborsi tersebut adalah pihak luar ( bukan ibu yang hamil ) dan perbuatan itu dilakukan untuk tujuan ekonomi, sebagai mata pencarian, maka hukumannya dapat ditambah sepertiga hukuman pada ayat (1) dia atas.

Apabila selama ini perbuatan itu dilakukan sebagai mata pencarian, maka dapat dicabut haknya untuk melakukan mata pencarian tersebut. Kemudian pada pasal 346 dikatakan bahwa wanita yang dengan sengaja menggugurkan kandungannya atau meyuruh orang lain untuk melakukan hal itu diancam hukuman penjara paling lama empat tahun.

Pada pasal 347 ayat (1) disebutkan orang yang menggugurkan atau mematikan kehamilan seorang wanita tanpa persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 12 tahun penjara, dan selanjutnya ayat (2) menyebutkan jika dalam menggugurkan kandungan tersebut berakibat pada hilangnya nyawa wanita yang mengandung itu, maka pihak pelaku dikenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Dalam pasal 348 ayat (1) disebutkan bahwa orang yang dengan sengaja menggugurkan kandungan seorang wanita atas persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan ayat (2) melanjutkan, jika dalam perbuatan itu menyebabkan wanita itu meninggal, maka pelaku diancam hukuman paling lama 17 tahun penjara. Dengan demikian, perbuatan aborsi di Indonesia termasuk tindakan kejahatan yang diancam dengan hukuman yang jelas dan tegas.

Kesimpulan
Telah jelas bagi kita tidak ada dasar bagi Rancangan pembentukan Undang-undang legalisasi aborsi karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Agama dan Hukum yang berlaku. Legalisasi aborsi akan mendorong pergaulan bebas lebih jauh dalam masyarakat.

Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Sedangkan dilarang saja masih banyak terjadi aborsi, bagaimana jika hal ini dilegalkan? Legalisasi akan berakibat orang tidak lagi takut untuk melakukan hubungan intim pranikah, prostitusi karena jika hamil hanya tinggal datang ke dokter atau bidan beranak untuk menggugurkan, dengan kondisi ini dokter ataupun bidan dengan leluasa memberikan patokan harga yang tinggi dalam sekali melakukan pengguguran.

Jika perharinya yang melakukan aborsi 7 s/d 8 orang dan harga sekali aborsi sebesar Rp. 4.000.000,-, berarti dalam satu harinya dokter ataupun bidan bisa meraup keuntungan sebesar Rp. 32.000.000,-. Jika di legalkan hal tersebut lebih berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja, legalisasi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Agama, jika bertentangan tidak perlu diterima/dibentuk peraturan tersebut.

Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana remaja dapat menempatkan dirinya sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku di dalam masyarakat serta dituntut peran serta orangtua dalam memperhatikan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari anaknya, memberikan pendidikan agama, memberikan pendidikan seks yang benar. Oleh sebab itu permasalahan ini merupakan tugas seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali, agar menjadi sebuah proritas dalam penanganannya agar tidak terjadi kematian disebabkan aborsi tersebut.

Bahaya pergaulan bebas

Mlm ini wahw33d berbagi info tentang artikel sex bebas, dan bahaya pergaulan seks bebas dilangan pelajar. Cinta memang anugerah Sang Maha Pencipta yang harus disyukuri. Karena cinta, kita ada ke dunia ini. Cinta kedua orang tua telah menjadi perantara bagi keberadaan kita. Kita juga dibesarkan tidak lepas dari kasih sayang dan cinta dari kedua orang tua. Dan sekarang, setelah dewasa, kita pun akhirnya merasakan yang namanya “jatuh cinta”.

Sah-sah saja kita jatuh cinta pada lawan jenis. Namun perlu diingat, ada rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar sebelum sertifikat halal kita peroleh. Sertifikat ini bisa didapat melalui gerbang yang dinamakan pernikahan. Kenapa harus menikah? Yang jelas menikah itu bisa membedakan kita dengan binatang. Lihat saja hewan kalau mau berhubungan badan, mereka langsung saja melakukannya. Tetapi manusia sebagai makhluk yang dimuliakan Allah SWT, untuk melakukan hubungan intim dengan lawan jenis tidak boleh asal begitu saja tanpa ikatan di antara mereka. Ikatan itu terangkai dalam bingkai pernikahan yang sakral.

Sekarang, saya mengajak Anda mengamati gejala maraknya kebiasaan free sex yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita, bahkan parahnya sudah mewabah di kalangan pelajar dan mahasiswa. Tidak hanya di kota-kota besar, namun juga di daerah terpencil. Jika kaum intelektual generasi muda kita telah terkontaminasi dengan apa yang disebut “kebobrokan moral”, maka nasib masa depan bangsa bisa porak poranda. Jika kebiasaan mereka melanggar larangan Tuhannya, lalu apa yang bisa diharapkan dari generasi seperti ini? Bagi kita yang prihatin, apa yang dapat dan harus kita lakukan?

Ada segolongan anak muda yang menganggap bahwa seks bebas menunjukkan mereka adalah generasi modern. Sebenarnya hal ini bukanlah sesuatu yang modern, tapi lebih tepat jika disebut sebagai kebiasaan kaum jahiliyah. Kebiasaan ini pernah dilakukan oleh kaum-kaum terdahulu yang dalam sejarah akhirnya ditimpa azab yang pedih ketika mereka masih hidup di dunia akibat murka Allah SWT. Azab mereka tidak ditangguhkan sebagaimana umat manusia saat ini, umat Nabi akhir jaman.

Apa sebenarnya yang terjadi ketika sepasang muda-mudi terjerumus free sex atau seks bebas atau lebih tepat disebut zina? Konon ini adalah kebiasaan tak waras yang diadopsi dari budaya barat tanpa filter akal sehat. Bagaimana bisa kita meniru mentah-mentah kebiasaan tidak bermoral dari manusia-manusia yang tidak mengenal Tuhannya…?

Sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta tanpa kontrol iman yang kokoh akan mudah sekali terjebak dalam jaring-jaring yang dipasang setan. Mereka akan mencari kesempatan berdua-duaan. Akibat setrum tegangan tinggi yang tidak bisa dikendalikan, maka seperti ada magnet… mereka mula-mula berpegangan tangan, lalu naik ke lutut, terus ke ketiak, eh… kok lama-lama bengkak…, yang perempuan tentunya. Apa gerangan yang terjadi? Ternyata kontak fisik tidak bisa dihindari, dan akhirnya hancurlah kesucian yang seharusnya dijaga dan dipelihara sebelum ijab qobul di hadapan penghulu dilaksanakan.

Mungkin pada awalnya mereka merasa berdosa. Beruntung bila mereka langsung bertobat. Namun bagi yang ketagihan, semacam menghisap candu, mereka melakukannya kapan saja di saat hasrat itu datang. Malang bagi mereka yang pergaulannya jauh dari kontrol orang tua, seperti pelajar/mahasiswa yang hidup di kos-kosan. Karena bila kegilaan ini melanda mereka, hanya iman di dada yang bisa mencegahnya. Maka muncullah prahara sex in the kost yang mewabah di kampus-kampus tempat generasi penerus pemimpin bangsa menuntut ilmu.

Pergaulan bebas seperti ini bisa menghancurkan sendi-sendi moral bangsa karena kebiasaan yang buruk biasanya menular dengan cepat kalau tidak segera ditanggulangi. Jika perilaku seksual manusia sudah tidak bisa dibedakan dengan hewan, apakah pantas jika manusia disebut sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi ini?

Ada seorang teman mahasiswi yang curhat tentang pengalamannya terjerumus pergaulan bebas, seks sebelum nikah. Dari ceritanya, saya tahu ia memiliki rasa penyesalan yang amat dalam. Apalagi setelah laki-laki yang menjadi pasangannya pergi begitu saja. Bukan saja kesuciannya yang hancur, namun juga hati dan masa depan cintanya. Sekali lagi, ini terjadi karena lepasnya iman di dada karena pacaran yang tidak sehat. Ketika niat berbuat mesum ada dan keadaan memungkinkan, bukankah setan tinggal kipas-kipas merayakan kemenangannya.

Bahaya bagi si wanita, jika ia tidak kuat iman setelah berbuat maksiat tersebut, tentunya hal itu akan berulang entah sampai kapan. Jika ia ditinggal pergi, bisa saja ia menjadi gadis penjaja cinta. Na’udzublillah… Beruntung jika ia kembali ke jalan yang benar. Namun, perasaan berdosa dan merasa diri hina biasanya selalu menghantui di setiap langkahnya. Tangis penyesalan tentunya mendera ketika sadar bahwa apa yang dulu ia perbuat merupakan sebuah kesalahan besar.

Antara cinta dan nafsu; jika nafsu yang dominan dan dengan dalih cinta memuaskan hasratnya, bukankah itu mengerikan? Apa lagi jika dalam pergaulan dengan lawan jenis saling mengumbar nafsu hanya untuk having fun, ini benar-benar berbahaya. Kesenangan sesaat, namun akibatnya tidak hanya penderitaan lahir, tapi juga batin. Tidak hanya bahaya di dunia, tapi juga di akhirat. Selain itu, pergaulan bebas juga bisa menularkan penyakit mematikan seperti AIDS dan juga penyakit kelamin lainnya.

Sumber http://wahw33d.blogspot.com/2012/04/inilah-bahaya-pergaulan-sex-bebas.html#ixzz20D5pi5sh

SEKS

Seks Pranikah. Mengapa Tidak? Jika kami saling mencintai, apakah kami harus menunggu sampai sudah menikah?

Begitulah pemikiran kaum remaja: Jika didasari oleh saling suka dan tidak mengganggu orang lain, kenapa tidak boleh menikmatinya? Bahkan saya pernah mendengarkan mengenai topik ini di radio. Mereka menanyakan: Kamu setuju nggak sih dengan having sex sebelum menikah? Jawaban mereka adalah yang saya sebutkan di awal tadi.

Tetapi apakah pandangan seperti itu benar? Memang tidak dipungkiri pada zaman sekarang ini keperawanan tidaklah menjadi prioritas. Nilai-nilai moral telah mengalami pergeseran seraya waktu berlalu. Buku yang berjudul A Tribe Apart mengatakan, Kaum muda telah membentuk komunitasnya sendiri Komunitas ini bukan sekadar kumpulan teman sebaya, melainkan suatu masyarakat yang terpisah [dari orang dewasa] yang mempunyai nilai-nilai, etika dan aturannya sendiri. Tetapi etika dan aturan di kalangan muda masih saya pertanyakan.

Penyebab

Pubertas dini disebut-sebut sebagai penyebab perilaku seksual di masa dini. Namun, menurut saya apakah hanya semata-mata oleh karena itu. Kematangan seksual dini tidak akan terlalu berpengaruh pada remaja jika dia memiliki perisai yang bisa menangkal pengaruh dari luar. Ya, lingkungan merupakan faktor yang luar biasa bisa memicu semua hasrat yang ada dalam diri seorang remaja. Sayang sekali para remaja malah menerima propaganda yang mengesahkan seks pranikah yang membanjiri buku, majalah, video game, film dan Internet. Media massa menggambarkan seks pranikah sebagai sesuatu yang galmor, menyenangkan dan bebas resiko.

Selain propaganda besar-besaran tersebut ada propaganda yang benar-benar luar biasa hebat. Seperti yang telah kita simak sebelumnya, para remaja memiliki komunitasnya sendiri. Komunitas yang memiliki etika dan aturan sendiri.

Teman-teman sebaya mereka ini mengatakan bahwa hubungan seks akan membuktikan kejantanan dan kewanitaan seseorang. Sementara beberapa remaja mendapat tekanan dari sang pacar, dilengkapi lagi oleh rasa ingin tahu. Dia merasa hidup ini belum lengkap jika belum merasakannya. Apakah para remaja siap menghadapi konsekuensinya? Konsekuensi apa saja itu?

Dampak Fisik

Remaja yang mengadakan hubungan seks tentunya memiliki kemungkinan untuk hamil walau menggunakan alat kontrasepsi. Setiap metode pasti memiliki persentase kegagalan. Bahkan remaja yang secara rutin mengkonsumsinya. Meskipun dia tidak akan hamil, apakah dia bisa menjamin tidak akan terjadi apa-apa di masa yang akan dating. Penyakit-penyakit kelamin seperti sipilis dan gonorhoe dan AIDS yang begitu booming sekarang mungkin bakal menjangkiti mereka. Dan sebenarnya ada bahaya yang lebih menakutkan daripada semua yang saya sebutkan di atas. Bahaya apakah itu?

Dampak Psikologis

Banyak remaja yang mengira kalau mereka mengadakan hubungan seks sewaktu berpacaran, ini akan mendekatkan mereka satu sama lain. Tetapi, kenyataan berkata lain! Hal tersebut sangat mengecewakan-tidak ada perasaan senang ataupun kehangatan cinta yang disangka semula. Mereka akan memandang satu sama lain dengan perasaan berbeda dari sebelumnya. Si gadis mungkin akan tampak kurang menarik dan perasaan si pria terhadap gadis itu tidak akan membara. Sementara si gadis mungkin akan merasa dimanfaatkan atau bahkan direndahkan. Sepasang remaja yang melakukan hubungan seks sebelum menikah sesungguhnya telah melewati garis yang tak mungkin mereka lampaui kembali! Biasanya sepasang kekasih yang telah menyelami hubungan seksual pranikah memiliki persentase yang cukup besar untuk berpisah. Ini disebabkan oleh rasa curiga, tidak percaya dan perasaan cemburu berkembang dalam hati. Seorang remaja mengatakan, Jika dia mau melakukannya dengan saya mungkin dia telah melaukannya dengan orang lain. Sebenarnya, demikianlah perasaan saya Saya luar biasa cemburu dan ragu-ragu, serta curiga.

Setelah saya mengemukakan latar belakang dan faktor-faktor serta bahaya dari seks pranikah, mungkin ada yang berpendapat bahwa memiliki pengalaman seks sebelum menikah akan membantu seorang suami atau istri. Tidak! Hal tersebut justru malah mengurangi kemesraan dalam perkawinan!

Dalam hubungan seks pranikah yang ditekankan adalah memenuhi hawa nafsu dan hanya segi-segi fisik dari seks, tidak ada respek satu sama lain karena hawa nafsu yang tidak terkendali dan pola mementingkan diri. Sedangkan dalam pernikahan, hubungan intim yang sehat menuntut pengendalian diri. Fokusnya adalah pada memberi, memenuhi kewajiban seks terhadap pihak yang satunya, dan bukannya mendapatkan atau menerima. Ingatlah bahwa kepuasan dalam perkawinan tidak diperoleh karena faktor fisik.

Survei menyatakan bahwa mereka yang sudah mengadakan hubungan seks pranikah berpotensi dua kali lebih besar melakukan perzinahan setelah menikah.

Solusi

Komunikasi yang berarti adalah salah satu solusinya. Sepasang kekasih kadang terlalu cepat akrab secara fisik. Mereka menghabiskan waktu dengan pernyataan kasih sayang yang berlebihan sehingga ini mengurangi komunikasi yang bermakna. Mereka bisa saja gelap mata dan akhirnya mengabaikan perbedaan-perbedaan serius yang mungkin akan muncul setelah pernikahan. Jadi, hendaknya sepasang anak manusia yang berpacaran lebih banyak menyediakan waktu untuk berkomunikasi-bisa dengan menyelesaikan problem-problem dan membahas cita-cita dalam hidup.

Kemudian, di samping itu semua, orang tua serta orang dewasa di sekitar remaja berperan penting. Seorang remaja yang memiliki hubungan yang baik dengan orang tua dan orang-orang dewasa yang peduli terhadap mereka cenderung tidak akan memulai aktivitas seksual dini.

Pada akhirnya, semua keputusan ada di tangan kita semua! Semua berawal dari diri sendiri. Apakah dia akan mengambil yang baik atau apakah dia akan mengambil yang buruk. Jawabannya ada pada diri sendiri!

bhaya seks dan akibatnya

Bahaya Seks Bebas dan Akibatnya

sek bebas dan akibat nya

1. Beberapa penyakit yang siap mendatangi seperti, herpes, HIV Aids, Raja singa, dan penyakit lainnya. Anda lihat beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan bukan?.

2. Hamil di luar pernikahan akan menimbulkan permasalahan baru, apabila anda masih kuliah atau sekolah tentu saja orang tua anda akan sangat kesal kepada anda. Dan anda pun takut untuk jujur kepada orang tua anda dan pasangan anda, akhirnya anda memutuskan untuk melakukan dosa baru yaitu aborsi.

3. Apabila anda menikah di usia muda, permasalahan yang belum siap anda hadapi akan datang, seperti masalah keungan, masalah kebiasaan, masalah anak.

4. Nama baik keluarga akan tercoreng oleh sikap anda. Keluarga anda akan menghadapi masalah yang anda buat apabila anda mendapatkan efek buruk dari seks bebas ini.

5. Apabila anda hamil dan pasangan anda tidak mau bertanggung jawab, apa yang akan anda lakukan?. Akan banyak pikiran buruk yang akan mengganggu anda. Seperti ingin bunuh diri, berpikir tidak rasional yang mengakibatkan gangguan mental atau gila.

Perilaku seks yang di anggap melanggar norma bukanlah barang baru. Di beberapa kota metropolitan beberapa remaja sudah mulai “esek-esek”, walaupun kebanyakan secara sembunyi-sembunyi. Memang kegiatan seks yang dianggap lepas kontrol masih sering dirasakan sebagai ancaman. Karena itu seks bebas dijadikan bahan pembicaraan lagi oleh beberapa pakar.

Namun, selama ini, apa yang dimaksud dengan seks bebas itu jarang dibicarakan rinci. Apakah seks diluar nikah sama dengan seks bebas. Apakah segala bentuk penyelewengan seks menurut norma bisa dikatakan seks bebas?

Apakah bila seseorang melakukan hubungan seks satu kali belum menikah bisa disebut, melakukan seks bebas?

Apakah perempuan yang berperut buncit di pesta pernikahannya hanya karena berhubungan seks dengan satu orang saja bisa dikatakan telah berseks bebas, dan disamakan dengan pria yang telah dari ranjang satu keranjang lainnya dengan beberapa wanita?

Selama ini, yang disebut seks terkontrol, berdasarkan agama dan peradaban, adalah seks dengan satu orang sesudah menikah. Seks di luar nikah sering dikaitkan dengan seks bebas dengan tindakan yang tak beradab, memang manusia punya kontrol, punya asa dan budaya.

Oleh karena itu manusia menganggap dirinya tidak berbudaya, birahi seks pun jadi sesuatu yang rasional, dilandaskan hukum dan kontrol. Tetapi walaupun binatang bisa kawin tanpa nikah, bentuk dan praktik mereka tidak lepas dari suatu kontrol. Kalau hukum dan kontrol dianggap sebagai buah kebudayaan dan menandakan masyarakat yang tidak primitif, binatang pun mempunyai satu hukum. Dan hukum rimba adalah satu hukum yang beradab. Karena bila hukum rimba tidak dipatuhi, rantai makanan akan morat-marit. Ekologi akan hancur.

Walau tidak mengenal nikah binatang juga mempunyai aturan kawin. Mereka tidak akan kawin sembarangan. Mereka melakukannya pada musim-musim tertentu dan juga punya aturan serta upacara yang cukup rumit dalam berhubungan seks. Sepasang merak, misalnya, harus mencari selama beberapa lama sebelum kawin.

Jadi, tidak saja birahi seks, tetapi kontrol dan hukum adalah bagian dari naluri juga. Karena itulah, seperti berlanjutnya kontrol dan hukum dalam hidup manusia, naluritas seks juga seharusnya diberi perhatian. Namun yang ditekankan dalam kehidupan manusia sekarang adalah kontrol dan hukum akan birahi seks. Seakan-akan kontrol dan hukum adalah irasional. Jadinya, kontrol dan hukum itu dapat menguasai dan melebihi birahi seks. Akibatnya adalah peraturan seks yang serba kaku dan melibatkan kutukan moral bagi para pelanggarnya.

Serba Kolot

Bahaya seks bebas memang bisa menakutkan. Dan bahaya seks bebas sering kali dibahas dan disebut-sebut. Tetapi, pengutukan akan segala, bentuk seks bebas dan pelarangan kolot akan seks juga menimbulkan resiko lain yang akan dibahas. Karena seks adalah kebutuhan naluri manusia, kontrol yang yang ketat akan seks malah akan menimbulkan pencuri. Seperti juga orang yang kurang makan akan mencuri dan orang yang kurang uang akan mencuri. Dari curi-mencuri ini, yang dirugikan terutama dari pihak wanita.

Perempuan bisa dideteksi keperawananya dengan mudah. Mereka mempunyai selaput dara. Karenanya bayak kisah lelaki yang mengeluh karen istrinya sudah tak berselaput dara pada malam pertama. Lalu lelaki? Mereka hanya bisa jadi pencuri yang baik. Lari tanpa jejak dan tanpa resiko. Dan bisa pura-pura jadi manusia yang ‘beradab’ lagi setelah mencuri.

Perempuan juga bisa hamil. Sebab itu, yang dijadikan contoh seks bebas oleh salah satu pakar adalah perut buncit waktu menikah. Yang dijadikan perhatian adalah si perempuan., Tetapi, bukankah dalam perut buncit ini si lelaki juga ikut menanam modal?

Akibatnya adalah tersedianya dua definisi yang kontras untuk perempuan: wanita suci dan perek. Wanita suci adalah perempuan yang tidak kawin sebelum menikah, dan setia sampai mati pada suami. Perempuan yang sudah “gituan” sebelum nikah tidak bisa disebut suci lagi, walaupun dia mungkin berbuat seperti itu cuma dengan satu orang seumur hidupnya. Karena definisi yang membedakan wanita hanya pada dua ekstrem, perempuan yang mau “begituan” sebelum menikah terkadang disamaratakan. Perek, Binal. Bisa diajak main.

Padahal, perempuan yang telah berhubungan seks diluar nikah dengan beberapa orang, bisa menjadi istri yang mencintai dan setia pada suaminya. Perempuan yang sudah berhubungan seks dengan beberapa pria bukan langsung bisa disebut perek. Bisa jadi, si perempuan berhubungan seks dengan pria-pria ini berdasarkan cinta. Dan perek atau pelacur pun bukan otomatis jadi perempuan bebas pakai.

Perempuan yang tidak perawan jadi mudah mengutuk dirinya sendiri. Perempuan korban perkosaan akan lebih menderita batin seumur hidupnya karena kehilangan “mahkota” meraka. Dan karena curi mencuri ini, aborsi gelap terjadi di mana-mana. Karena aborsi tidak dilegalkan, namun perempuan hamil sebelum menikah jarang mendapatkan dukungan moral.

Birahi seks adalah keindahan. Seperti keindahan menyanyi dan membaca puisi. Bagaimana pun juga manusia tidak dapat lepas dari naluri kebinatangannya. Karena itu, seorang perawan di Saman pun berkata bagaimana dia ingin menjadi unggas yang “kawin begitu mengenal birahi”. Mungkin bila birahi seks itu tidak lagi boleh didengar, Ayu Utami akan berhenti menulis.

Menurut saya situs- situs porno yang ada di internet itu dengan mudah menyebar cepat dan banyak di minati oleh pecinta sex .

adapun itu ,perkembangan itu tidak bisa di hentikan ,

walaupun secara akal sehat ,semua itu dapat membuat para pemuda di dunia menjadi rusak ,dan banyak juga orang yang terjangkit firus HIV .

itu semuwa karna penyebaran situs porno yang menyebar luas di kalangan pecinta internet .

banyak para pelajar yang sudah pernah melakukan hal yang biasa di lakukan oleh orang dewasa yaitu ,berhubungan intim , atau yang sering di sebut ML oleh anak muda jaman sekarang .

mereka menganggap semua itu adalah hal yang sudah biasa ,bermula dari ciuman ,pelukan ,meraba dan akhirnya seperti itu .

sudah banyak perempuan di dunia ini yang sudah tidak perawan lagi, itu terjadi karena keingintahuan pemuda dengan membuka situs- situs porno .

mereka tidak mengetahui kalau semua itu dapat membahayakan semua dengan menyebarnya virus yang membahayakan mereka .

kurangnya pengetahuan tentang ilmu sex di sekolah juga dapat menyebabkan para plajar tidak tahu akan bahaya sex bebas.

dan banyak juaga pelajar yang mengakhiri hidupnya karena tidak mau menanggung malu dengan aib yang dia bawa akibat sex bebas .

Sangat disayangkan jika di usia remaja sudah terkena penyakit berbahaya.

BEKASI – Seks bebas di kalangan remaja khususnya di Kabupaten Bekasi memprihatinkan. Indikasinya, setiap tahun ada saja satu atau dua kasus kehamilan di luar nikah. Menurut Ketua Drupadi Foundation, Agustian, di sela-sela acara penyuluhan penanggulangan bahaya narkoba dan penyakit alat reproduksi bagi remaja, Sabtu (29) malam.

Dia menambahkan, meskipun belum ada angka pasti jumlah remaja yang melakukan seks bebas, setiap tahun di sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Taruma-jaya, Kabupaten Bekasi, ditemukan kasus kehamilan remaja tanpa pernikahan.

Dilatarbelakangi atas keprihatinan itu, warga sekitar Villa Mutiara Gading Setia Asih Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, mengadakan acara penyuluhan itu. “Kami mengharapkan remaja bisa paham sehingga dapat menjaga alat reproduksi dan bisa cegah seks bebas dan terhindar dari narkoba,” Agus menegaskan.

Koordinator Program Kesehatan Reproduksi Remaja dari Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia), Agung Witjaksono, mengatakan hal yang sama. “Dalam praktik pribadi saya di Jakarta, per tiga bulan ada satu kehamilan remaja yang tidak diinginkan,” ujar Agung. Agung mengatakan, ada beberapa hal yang paling memba-hayakan akibat seks bebas, yakni bahaya penyakit kelamin, seperti HIV/AIDS dan penyakit sifilis. Penyakit sifilis hanya bisa diketahui melalui uji laboratorium, yaitu pemeriksaan serol-ogis terhadap darah atau tes Venereal Disease Research Laboratory (VDRL).

“Sifilis ada stadiumnya primer, sekunder, dan tersier, obatnya sudah ada, tetapi sulit dan mahal ratusan ribu bahkan sampai Rp 1 juta,” ujar Agung. Sangat disayangkan jika di usia remaja sudah terkena penyakit berbahaya akibat seks bebas. Agung menuturkan keprihatinannya karena masih banyak sekolah yang belum menganggap penjelasan soal pendidikan seks, terutama bahaya seks bebas adalah hal penting.

Padatnya kurikulum SMA, lanjut Agung, membuat guru tidak memiliki sedikit waktuuntuk menjelaskan bahaya seks bebas itu. “Tidak seperti 10 atau 15 tahun lalu, di sela-sela pelajaran guru SMA sempat memberi pemahaman pendidikan seks kepada siswanya,” kata Agung sesaat sebelum menyampaikan materinya.

Humas Drupadi Foundation, H Masud, mengatakan rasa penasaran dan ketidaktahuan remaja soal narkoba dapat membuat mereka menyalahgunakan-nya,. Selain itu, kehamilan akibat seks bebas akan cenderung mengarah kepada kegiatan aborsi. “Narkoba dan seks bebas telah membuat remaja mengarah pada tingkat kemaksiatan yang tinggi,” ujar Masud.

Dia menuturkan, hal itu membuat orang tua menjadi resah. Maka itu, kegiatan penyuluhan harus sering dilakukan untuk mendukung remaja secara moral dan dari segi tinjauan kesehatan. Pada acara yang dihadiri sekitar 200 remaja dari karang taruna dan sekolah se-Kecamatan Tarumajaya itu dikemas dengan pagelaran musik. Acara sederhana di lapangan bulu tangkis blok C Villa Mutiara Gading jtu hanya menggunakan panggung ukuran 3×3.

Sedangkan para peserta yang hadir hanya duduk di atas tikar dengan diterangi beberapa obor.

Seorang warga, Siti Rahma (34), mengatakan, acara tersebut sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan orang tua dan remaja. “Walaupun acaranya sederhana, kami bisa tahu bahaya seks bebas dan narkoba agar anak kami tidak menjadi korban,” kata Siti. Remaja yang hadir terlihat bersemangat memperhatikan penjelasan yang diberikan para tutor dari Polsek Tarumajaya dan Perinasia. c32 ed utomo

Bahaya Seks di Tahun Naga Air

KOMPAS.com – Pasangan suami istri (pasutri) punya tanggung jawab yang sama porsinya dalam memelihara keharmonisan dalam hubungan berpasangan. Setia kepada pasangan, memelihara diri dan perilaku, juga meningkatkan pengetahuan seputar seks, demi menjaga kebersamaan dan ketentraman rumah tangga menjadi kunci kebahagiaan. Tahun berganti, peran dan tanggung jawab ini tentunya melekat pada setiap pribadi, suami maupun istri. Di Tahun Naga Air 2012, pasutri perlu lebih memerhatikan peran dan tanggung jawabnya agar terhindar dari berbagai masalah seputar hubungan berpasangan dan masalah seksualitas yang muncul karena minimnya pengetahuan seks.

Menurut perhitungan Gunadi Widjaja, Life Consultant Feng Shui Indonesia, pada Tahun Naga Air masalah kesehatan seksualitas dan kualitas hubungan perlu lebih diperhatikan. “Secara umum, peruntungan di Tahun Naga Air 2012, baik, di Indonesia. Namun bencana air yang berlebihan serta kesehatan harus lebih diperhatikan, terutama untuk perempuan. Penyakit seperti kanker serviks, kista, seks menular, banyak terjadi di tahun ini,” kata Gunadi kepada Kompas Female melalui surat elektronik.

Prediksi ini dilakukan Gunadi bukan hanya berdasarkan energi baik di Tahun Naga Air, namun juga memperhitungkan interaksi energi tersebut di Indonesia, mengacu pada kelahiran Indonesia pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00.

Lebih waspada
Seperti dikatakan Gunadi, meski secara umum peruntungan di Tahun Naga Air adalah baik, kewaspadaan tetap diperlukan. Termasuk terkait hubungan berpasangan dan masalah seksualitas. Gunadi menyoroti lebih khusus mengenai masalah seksualitas ini.

“Tahun ini hubungan percintaan akan banyak diwarnai dengan seks bebas, sehingga banyak pasangan muda yang tidak mengerti seks akan kebablasan. Penyakit menular seksual dan aborsi akan banyak terjadi. Perempuan yang bakal jauh lebih menderita dalam hal ini. Sementara untuk pasangan menikah, hati-hati terhadap perselingkuhan,” ungkapnya.

Kewaspadaan ini perlu dibarengi dengan sikap bijak, melalui keseimbangan antara hubungan vertikal dan horizontal. Gunadi menyarankan, “Waspada dapat diwujudkan dengan banyak berdoa dan menjaga hubungan berpasangan masing-masing dengan baik,” ungkapnya.

Memelihara hubungan berpasangan dengan cara yang sehat, serta meningkatkan kualitasnya, tentu sudah menjadi bagian dari kehidupan pasutri maupun pasangan muda. Sejauhmana Anda dan pasangan dapat mewujudkan keharmonisan dan memiliki hubungan berkualitas, bergantung kepada upaya mencapainya.

Termasuk bagaimana cara Anda dan pasangan menyikapi masalah seks dalam hubungan, apakah dengan mencari sumber masalah? Lalu mencari solusinya dengan lebih terbuka bicara seks? Atau Anda dan pasangan justru memendam persoalan seksualitas, yang pada akhirnya memicu berbagai masalah di antaranya penyakit menular seksual karena tak setia pada pasangan?

peninggalan dari makassar

Salah Satu Peninggalan Sejarah di Kota Makassar

Selasa, 31-03-2009 14:36:24 oleh: Meidy
Kanal: Wisata

Benteng Ujung Pandang yang terletak di Jalan Ujung Pandang, kota Makassar (Sulawesi Selatan) merupakan salah satu peninggalan sejarah. Luas areal benteng ini kurang lebih 3 hektar . Lokasi mudah dicapai karena terletak di tengah kota dan di depan Selat Makassar. Dari bandara Internasional Hasanuddin kira-kira 20 menit karena sudah ada jalan tol baru. Saya tahu pasti karena benteng ini bertetangga dengan rumah orang tua saya. Waktu saya masih SD dan pertama kali berkunjung ke benteng ini, saya bisa melihat atap rumah saya ketika saya menaiki salah satu bangunan yang ada dalam areal benteng tersebut.

Pembuatan benteng ini awal pembuatannya oleh Raja Gowa IX Tumaparisi Kallonna kemudian dilanjutkan oleh Raja Gowa X Tunipallangga Ulaweng. Benteng ini menjadi lambang kemegahan dan kejayaan kerajaan Gowa pada abad ke 16 dan 17.

Selain namanya Benteng Ujung Pandang, biasa juga disebut BENTENG PANYNYUWA (Benteng Penyu). Ini dinamakan oleh rakyat Gowa karena melihat bentuk benteng seperti seekor penyu yang merayap menuju ke laut yaitu Selat Makassar. Bentuk penyu ini mengandung makna tentang cita-cita kerajaan yang ingin memegang hegemoni di daratan dan di lautan (seperti penyu yang bisa hidup pada 2 jenis alam). Hal ini dibuktikan bahwa bukan sekedar cita-cita yang mana pada akhirnya timbul persaingan keras antara kerajaan Gowa pada masa pemerintahan Raja Gowa XIV Mangarrangi Daeng Manrabia Sultan Alaudin dan pihak kompeni Belanda di mana waktu itu pihak kompeni Belanda ingin memonopoli perdagangan di laut Maluku.

Kalau oleh orang tua-tua masih sesekali menyebut benteng ini dengan nama KOTA TOWAYA yang artinya kota tua atau kota lama. Penyebutan ini menunjukkan secara pasti bahwa benteng Ujung Pandang pada masa lalu pernah menjadi pusat kota tempat kedudukan pemerintahan. Benteng ini terletak tidak jauh dari pelabuhan Makassar.

Benteng ini merupakan salah satu benteng pengawal dari Benteng Somba Opu yang merupakan pusat pemerintahan kerajaan Gowa, letaknya di sebelah Utara Benteng Somba Opu. Pada masa jayanya di penghujung abad XVII kerajaan Gowa mempunyai 14 buah benteng yang berfungsi sebagi benteng pengawal. Hanya benteng Ujung Pandang ini satu-satunya yang masih ada dan utuh karena benteng-benteng yang lain sudah tidak ada. Kalaupun ada tinggal sisa-sisanya saja berupa bekas-bekas benteng tersebut. Hancurnya benteng-benteng tersebut karena kekalahan kerajaan Gowa dari perang melawan Belanda dan menandatangani perjanjian Bongaya tahun 1667, benteng-benteng tersebut dihancurkan kecuali Benteng Somba Opu dan Benteng Ujung Pandang.

Oleh karena itu kemudian nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi FORT ROTTERDAM oleh Cornelis Speelman seperti nama kota kelahirannya di Belanda yaitu Rotterdam. Bukan cuma mengubah nama tetapi juga mengubah bangunan-bangunan yang ada dalam benteng. Bangunan-bangunan ditata ulang sesuai keperluan dan selera kompeni Belanda.

Saya sendiri baru berkunjung 3 kali (waktu SD, tahun 2001, tahun 2008) dan belum sempat mengelilingi semua bangunan yang ada di dalamya. Yang saya ingat ada Museum Laga Ligo, Ruang Tahanan Pangeran Diponegoro (saya pernah menulis artikelnya di Wikimu). Ada juga kenangan masa kecil yang saya ingat tentang Benteng tersebut yaitu Pangeran Bernard suami Ratu Juliana (Ratu Belanda) pernah berkunjung ke sana. Waktu itu saya masih kecil dan foto-foto sewaktu beliau berkunjung ada pada salah satu dari ribuan hasil foto yang dimiliki oleh ayah saya.

Semoga Benteng ini tetap dipertahankan keberadaannya dan dipelihara dengan baik karena merupakan peninggalan sejarah, sebab siapa tahu saja besok-besok ada pihak-pihak tertentu yang tergoda untuk mengubahnya menjadi pusat perdagangan alias mal di tengah kota.